Cerita Patung Jakarta
June 23, 2009
Jakarta sebagai ibukota negara ternyata nggak hanya dipenuhi dengan deretan gedung tinggi dan padatnya kendaraan, lho. Banyak juga patung (atau tugu) khas yang menghiasi jalan utamanya. Meskipun sudah sering melihat bentuknya, tapi banyak dari kita, yang ternyata masih belum “mengenal” patung bersejarah tersebut.
Nama Beken:
Patung Bundaran HI
Nama Sebenarnya:
Tugu Selamat Datang
Keterangan:
Tugu ini atasnya berbentuk sepasang cewek & cowok yang sedang melambaikan tangan. Maksudnya, mereka memberikan ucapan selamat datang buat para pelancong. Karena bundaran HI, lokasi patung tersebut dahulu dianggap gerbangnya Jakarta.
Tugu Selamat Datang ini awalnya dibuat untuk menyambut atlet mancanegara yang akan bertanding di Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta. Sketsa patung untuk dipamerkan pada event olahraga terbesar se-Asia tersebut dibuat oleh Henk Ngantung (pelukis terkenal yang juga pernah menjadi gubernur Jakarta tahun 1964-1965). Hanya dalam waktu setahun, tugu yang terbuat dari perunggu tersebut dapat diselesaikan dan diresmikan oleh Presiden Soekarno, serta “sukses” menyambut kehadiran hampir 1500 atlet dan 16 negara. Sampai sekarang tugu tersebut tetap berdiri kokoh dan menjadi satu ikon kebanggaan bangsa.
Nama Beken:
Patung Obor, Patung Bundaran Senayan, Patung Pizza.
Nama Sebenarnya:
Patung PemudaPembangun
Keterangan:
bentuknya sih, pasti kita sudah hapal banget. tapi nama dari patung ini? Hmm, gw yakin nggak smua dari kita yang tau. Padahal, patung ini didedikasikan untuk kita para generasi muda, lho.
Patung pemuda pembangun dibuat sebagai bentuk penghargaan Indonesia kepada anak muda yang ikutan membangun bangsa. Makanya, ditampilkan sosok patung yang sangat kuat, serta membawa obor yang mengisyaratkan semangat pembangunan yang nggak akan padam. awalnya, patung yang dibuat Juli 1971 itu akan diresmikan pada 28 Oktober 1971 berbarengan dengan Sumpah Pemuda. tetapi karena belum selesai, maka patung ini baru diresmikan Maret 1972.
Nama Beken:
Tugu Tani, Patung Petani
Nama Sebenarnya:
Patung Pahlawan
Keterangan:
“HANJA BANGSA JANG MENGHARGAI PAHLAWAN PAHLAWANJA DAPAT MENDJADI BANGSA JANG BESAR” merupakan petuah bijak yang tertera di bawah patung ini. patung yang terletak di sekitar Menteng, berbentuk seorang anak laki-laki memakai caping dan perempuan yang sedang memberikan makanan ini ternyata pemberian Uni Soviet pada tahun 1963, lho!
Pada akhir tahun 1950-an, presiden Soekarno berkunjung ke Moskow dan terpesona oleh patung-patung karya Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Ayah dan Anak itupun kemudian diundang ke Indonesia untuk membuat patung yang menggambarkan semangat juang bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ide membuat patung ini diperoleh saat seniman Uni Soviet itu melakukan riset hingga ke pedesaan. mereka tersntuh dengan kisah pemuda desa yang akan pergi berperang, didampingi sang ibu yang memberikan restu dengan memberikan makanan.
Nama Beken:
Patung Pancoran
Nama Sebenarnya:
Patung Dirgantara
Keterangan:
Ternyata patung melengkung yang terletak di jalan Gatot Subroto ini nama aslinya Patung Dirgantara. Karena melambangkan berjayanya AU Indonesia. Jadi, patung yang diselesaikan sekitar 1 tahun (1964-1965) ini ingin menekankan pada keberanian, kejujuran, dan pengabdian yang dimiliki sang penerbang ketimbang kehebatan alat dan mesin.
Saking pentingnya arti patung ini, Preside Soekarno sampai rela mengeluarkan kocek pribadinya untuk membiayai pembangunannya, bahkan sampai menjual mobil segala, lho! menariknya lagi, beliau juga sempat turun langsung menunggui proses pemasangan patung seberat 11 ton tersebut. Ck… ck… ck…
*Yaks, bener, smua bacaan meaningfull diatas gw dapet dari majalah Gadis… artikelnya menarik sih, memperingati hari ultahnya Jakarta kmaren! Go! Jakarta! Go!!!
Entry Filed under: My Daily (ancoer) life. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
hasna98 | June 23, 2009 at 9:39 pm
eh lo nonton ga “Jakarta Milik Kita Bersama” di Transtv / Trans7 ????????
2.
farraz98 | June 25, 2009 at 11:52 am
@ hasna98: kagak…. aku jarang nonton TV lokal….. kseringan TV kabel…..
3.
hasna98 | June 25, 2009 at 9:13 pm
bagus lo far